Sya'ir Arab: Kemulian Karena Budi Pekerti

Sering kali kita terlalu sempit memandang manusia. Kita lebih terpaku pada penampilan daripada prilaku kita lebih terpikat dengan casing daripada isinya dan terlu cepat puas dengan muqodimah lantas melupakan substansinya.

Yah, begitulah manusia, daripada panjang lebar mending langsung saja dibaca persembahkan Arabiyana  buat sobat semua; sebuah kutipan sya'ir hikmah yang oke sekali beserta ma'na dan kosa kata barunya.



الشَّرَفُ بِالْأَدَب

 Sya'ir Arab: Kemulian Karena Budi Pekerti



لاَتَنْظُرَنَّ  ِلأَثْوَابٍ  عَلَى  أَحَدٍ                        إنْ رُمْتَ تَعْرِفَهُ فَانْظُرْ إِلىَ الأَدَبِ
Janganlah engkau melihat dari pakaian ( penampilan ) seseorang. Jika engka bermaksud mengenalnya maka lihatlah budi pekertinya

وَمَا الحُسْنُ فيِ وَجْهِ الفَتَى شَرَفًا لَهُ                 إِنْ لَمْ يَكُنْ فيِ  فِعْلِهِ  وَ الخَلاَئِقِ
Dan tidaklah keindahan wajah seorang pemuda menjadi kemulian baginya. Jika keindahan itu tidak nampak pada kelakuan dan tabiatnya.
فَلْيَنْظُرَنَّ  إِلىَ  مَنْ فَوْقَهُ أَدَبًا                                      وَ لْيَنْظُرَنَّ  إِلَى  مَنْ  دُوْنَهُ  مَالاً
Maka hendaklah seseorang selalu melihat orang yang lebih tinggi budi pekertinya dan melihat orang yang dibawahnya dalam perihal harta.

 Kosa Kata Baru:





0 Response to "Sya'ir Arab: Kemulian Karena Budi Pekerti"

Posting Komentar